Student exchange Erasmus atau Erasmus+ merupakan program pertukaran pelajar serta mahasiswa yang didanai oleh Uni Eropa untuk belajar, pelatihan, atau mendapatkan pengalaman kerja di negara lain. Untuk mendaftar program student exchange ini Anda harus mendaftar melalui international office universitas asal Anda yang memiliki kerja sama dengan Erasmus+ serta memenuhi syarat erasmus student exchange.
Syarat Erasmus Student Exchange
Untuk mengikuti program student exchange di Erasmus ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi. Mulai dari syarat universitas, relevansi pendidikan, hingga dokumen. Berikut detail informasi mengenai syarat Erasmus Student Exchange.
1. Siapa yang Bisa Mendaftar?
- Mahasiswa di tingkat program studi singkat, Sarjana dan Magister
- Kandidat doktor
yang merupakan:
- Terdaftar di lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam program Erasmus+.
- Terdaftar dalam program studi yang mengarah pada gelar atau kualifikasi tingkat perguruan tinggi yang diakui.
2. Keterkaitan Akademik
Pelamar juga harus memilih program studi yang relevan dengan jurusan atau rencana studi serta harus mendapat persetujuan sebagai bagian dari kurikulum kampus asal. Hasil kuliah di luar negeri harus dipertanggungjawabkan secara akademik saat kembali ke Indonesia.
3. Menandatangani Learning Agreement
Bagi Anda yang tertarik program student exchange Erasmus, Anda wajib menandatangani Learning Agreement for Studies bersama universitas asal serta tujuan sebelum keberangkatan. Anda perlu menandatangani dokumen ini supaya mata kuliah serta kredit yang Anda ambil di luar negeri bisa diakui oleh universitas asal Anda.
4. Syarat Dokumen
Umumnya dokumen yang perlu Anda siapkan, yakni:
- Paspor
- Visa pelajar
- Asuransi kesehatan
- Verifikasi dokumen akademik
- Transkrip nilai
- Surat penerimaan (Letter of Acceptance/Admission) dari universitas penerima di Eropa
- Learning Agreement yang sudah ditandatangani
- Surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus asal
- Bukti keuangan atau rekening koran yang menunjukkan kemampuan membiayai hidup selama masa studi
- Surat keterangan sehat atau hasil medical check-up
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
- Akta kelahiran
- Bukti akomodasi sementara di negara tujuan
- Surat rekomendasi
Perlu diketahui bahwa setiap negara dan universitas memiliki persyaratan dokumen yang berbeda-beda sehingga Anda perlu rutin cek persyaratan di laman resminya. Dokumen yang masih dalam bahasa Indonesia pun biasanya akan diminta untuk diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah atau sworn translator resmi serta berpengalaman, seperti Translator Partner.
Baca Juga: Mengurus Dokumen Resmi untuk Beasiswa ke Luar Negeri Ini Caranya
Durasi Program Student Exchange Erasmus
Mengutip dari laman Erasmus, durasi program student exchange minimal 5 bulan hingga 24 bulan dengan rincian sebagai berikut.
- long-term mobility: minimal 2 bulan hingga maksimal 12 bulan di luar negeri (termasuk mobilitas gabungan dengan komponen virtual)
- short-term mobility: antara 5 dan 30 hari di luar negeri (ini harus berupa mobilitas gabungan)
- Durasi total maksimum : 12 bulan dalam satu siklus studi. Dimungkinkan untuk melakukan lebih dari satu pertukaran dalam batas waktu tersebut.
Harap dicatat bahwa hanya kandidat doktor yang dapat melakukan mobilitas jangka pendek tanpa komponen virtual. Untuk program studi satu siklus seperti kedokteran atau arsitektur, Anda dapat pergi ke luar negeri dengan Erasmus+ hingga selama 24 bulan.
FAQ – Student Exchange Erasmus
1. Negara mana saja yang dicakup Erasmus+?
Negara-negara anggota Uni Eropa dan negara-negara ketiga yang terkait dengan program ini.
- Mencakup semua negara Uni Eropa, anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), negara-negara kandidat Uni Eropa, dan lainnya. Sebelumnya, mereka disebut negara-negara Program.
- Negara-negara ini dapat berpartisipasi dalam kegiatan Erasmus+ tertentu. Ada banyak negara mitra yang tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.
2. Bagaimana soal visa?
Untuk mengikuti student exchange Erasmus di Eropa, jenis visa yang Anda butuhkan bergantung pada durasi tinggal di negara tujuan, misalnya, visa Schengen Tipe C untuk durasi tinggal maksimal 90 hari per 180 hari.